Menanggapi Keluhan Publik, RSUD Sungai Lilin Sampaikan Klarifikasi Resmi Terkait Pelayanan Pasien

BANYUASIN – TEROPONGSUMSEL.COM Dalam sepekan terakhir, sejumlah keluhan pasien terkait pelayanan kesehatan di RSUD Sungai Lilin ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, manajemen RSUD Sungai Lilin menyampaikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi yang beredar sekaligus memberikan penjelasan kepada masyarakat. Selasa 27 Januari 2026

Direktur RSUD Sungai Lilin, dr. Ichsan Nur Hamdan, M.K.M., melalui Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Iis Martilopa, M.K.M., menyampaikan permohonan maaf kepada pasien dan keluarga atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Manajemen RSUD Sungai Lilin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pasien dan keluarga. Kami juga mengucapkan terima kasih atas perhatian, masukan, serta kepedulian masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Sungai Lilin,” ujarnya

Terkait kasus yang menjadi sorotan publik, dr. Iis juga menjelaskan bahwa secara medis tindakan operasi sectio caesarea (operasi caesar) dapat dilakukan dengan anestesi regional atau spinal. Namun, dalam praktik klinis terdapat kondisi tertentu yang dapat menimbulkan komplikasi, sehingga mengharuskan peralihan ke anestesi umum demi menjaga keselamatan pasien.

Pada saat kejadian, obat anestesi inhalasi sevofluran yang dibutuhkan untuk anestesi umum di RSUD Sungai Lilin sedang dalam proses pengiriman. Tidak tersedianya obat tersebut, kata dr. Iis, bukan disebabkan oleh ketiadaan anggaran, melainkan adanya kendala teknis dalam proses distribusi sehingga ketersediaan obat belum optimal.

“Berdasarkan pertimbangan medis dan rekomendasi dokter spesialis anestesi, tim medis menyarankan pasien untuk dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki fasilitas serta ketersediaan obat anestesi lebih lengkap, agar tindakan medis dapat dilakukan secara aman dan sesuai standar keselamatan pasien,” jelasnya.

Sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat, manajemen RSUD Sungai Lilin juga menyampaikan bahwa sejak Sabtu, 25 Januari 2026, pukul 06.00 WIB, obat anestesi inhalasi sevofluran telah tersedia kembali di rumah sakit tersebut.

Dengan kembali tersedianya obat tersebut, RSUD Sungai Lilin memastikan bahwa seluruh tindakan pembedahan, baik operasi caesar maupun jenis pembedahan lainnya, kini telah dapat dilaksanakan kembali sesuai indikasi medis dan standar pelayanan yang berlaku.

Manajemen RSUD Sungai Lilin menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan kesiapan layanan demi menjamin keselamatan serta kenyamanan pasien.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan menjadikan setiap masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi dan perbaikan ke depan,” pungkasnya.

Fitriyani

Related posts

Leave a Comment